--> 32 Orang di DKI Suspect Virus Corona Covid-19, Mas Anies? - CNBC Indonesia | Indonesia Sikabar

Minggu, 01 Maret 2020

32 Orang di DKI Suspect Virus Corona Covid-19, Mas Anies? - CNBC Indonesia

| Minggu, 01 Maret 2020
32 Orang di DKI Suspect Virus Corona Covid-19, Mas Anies? - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan memberikan tanggapan ihwal pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terkait virus corona (Covid-19) hari ini, Minggu (1/3/2020).

Ditemui di sela acara HUT ke-101 Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta, Anies menyatakan selama satu bulan lebih di ibu kota ada 115 orang yang berada dalam pemantauan dan 32 orang lainnya dalam pengawasan.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono menjelaskan pasien yang berstatus dalam pengawasan berarti mereka yang menunjukkan gejala-gejala menderita Covid-19 seperti demam, flu, sesak napas, dan punya riwayat perjalanan ke tempat yang sudah terinfeksi.

"(Pasien dalam pengawasan) dalam bahasa Inggris disebut suspect," ujar Anung seperti dilansir detik.com, Minggu (1/3/2020).


Menurut dia, masih ada tiga tahap untuk memastikan pasien tersebut benar-benar positif Covid-19.

"Setelah suspect itu nanti probable, setelah probable baru confirm. Jangan dianggap kalau suspect sudah terinfeksi tapi tidak terbukti. Itu bukan itu maknanya," kata Anung.

Selain pasien yang berstatus dalam pengawasan, Anies menyebut ada 115 orang yang dalam pemantauan. Anung menjelaskan orang dalam kategori ini menunjukkan gejala-gejala umum.

"Kalau kamu ada pilek sekarang, kalau kamu badannya hangat, kemudian kamu pernah ke tempat yang punya riwayat infeksi, saya masukkan orang dalam pemantauan. Kamu pulang dari China, Malaysia, kamu pulang dari Singapura yang sudah terinfeksi kamu saya masukkan ke orang dalam pemantauan," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga merilis data yang sama terkait penanganan Covid-19 di Jakarta. Sebanyak 115 orang berstatus dipantau kondisi kesehatannya dan 32 pasien statusnya dalam pengawasan.

Meski demikian, Dinkes DKI Jakarta menyatakan tak ada kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sampai hari ini. Pernyataan itu didasari hasil tes laboratorium terhadap orang-orang yang menunjukkan gejala virus tersebut.

Dinkes DKI Jakarta menjelaskan status 'dipantau' disematkan kepada orang yang mengalami gejala ringan dan punya riwayat perjalan ke negara terjangkit. Sedangkan status 'diawasi' disematkan kepada orang yang mengalami demam hingga dilakukan pemeriksaan tenggorokan (swab).

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)



2020-03-01 10:25:33Z
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMicmh0dHBzOi8vd3d3LmNuYmNpbmRvbmVzaWEuY29tL25ld3MvMjAyMDAzMDExNzE4MzUtNC0xNDE1NjIvMzItb3JhbmctZGktZGtpLXN1c3BlY3QtdmlydXMtY29yb25hLWNvdmlkLTE5LW1hcy1hbmllc9IBAA?oc=5

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar