--> Viral Sunda Empire di Bandung, Polda Jabar: Masih Kita Pantau - Kompas.com - KOMPAS.com | Indonesia Sikabar

Jumat, 17 Januari 2020

Viral Sunda Empire di Bandung, Polda Jabar: Masih Kita Pantau - Kompas.com - KOMPAS.com

| Jumat, 17 Januari 2020
Viral Sunda Empire di Bandung, Polda Jabar: Masih Kita Pantau - Kompas.com - KOMPAS.com

BANDUNG, KOMPAS.com - Usai munculnya Kerton Agung Sejagat di Purworejo, giliran Kota Bandung, Jawa Barat, dihebohkan dengan viralnya Sunda Empire- Empire Earth di media sosial Facebook.

Berdasarkan penelusuran salah satu akun Facebook Renny Khairani Miller yang membagikan sejumlah foto kegiatan Sunda Empire pada 9 Juli 2019 terlihat spanduk bertuliskan Sunda Empire-Earth Empire dengan ratusan orang mengenakan seragam ala militer.

Menanggapi hal tersebut, Direskrimum Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono mengatakan, pihaknya saat ini sudah memonitor kegiatan tersebut.


"Saya sudah memonitor itu, tapi kami masih pantau dan dalami apakah serupa dengan Keraton Agung Sejagat di Purwarejo, kan beda-beda ini. Memang sudah memonitor itu giat yang di maksud," kata Hendra, Jumat (17/1/2020).

Baca juga: Toto Santoso, Mengaku sebagai Raja Keraton Agung Sejagat Diduga karena Gangguan Jiwa

Sementara itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan, Sunda Empire (SE)- Earth Empire (EE) tidak terdaftar sebagai ormas atau pun Organisasi Kepemudaan (OKP).

"Yang pasti SE-EE ini tidak terdaftar di Kesbangpol. Akan kita telusuri," ujar Ferdi Ligaswara, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bandung saat dihubungi.

Baca juga: Eksistensi Keraton Jipang di Blora, Apa Bedanya dengan Keraton Agung Sejagat?

Dia memastikan gerakan yang dilakukan oleh SE-EE adalah nyeleneh serta menyalahi aturan.

"Jangan yang aneh-aneh. Tidak ada negara dalam negara," jelasnya.

Menurut dia, setiap organisasi atau kelompok yang ingin mendaftarkan diri di Kesbangpol harus sesuai dengan aturan dan mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sudah jelas aturannya harus mengakui NKRI," pungkasnya.



2020-01-17 06:27:00Z
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMib2h0dHBzOi8vYmFuZHVuZy5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyMC8wMS8xNy8xMzI3NTI3MS92aXJhbC1zdW5kYS1lbXBpcmUtZGktYmFuZHVuZy1wb2xkYS1qYWJhci1tYXNpaC1raXRhLXBhbnRhddIBc2h0dHBzOi8vYW1wLmtvbXBhcy5jb20vYmFuZHVuZy9yZWFkLzIwMjAvMDEvMTcvMTMyNzUyNzEvdmlyYWwtc3VuZGEtZW1waXJlLWRpLWJhbmR1bmctcG9sZGEtamFiYXItbWFzaWgta2l0YS1wYW50YXU?oc=5

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar