--> Jejak Toto Si Raja Utang - detikX | Indonesia Sikabar

Sabtu, 18 Januari 2020

Jejak Toto Si Raja Utang - detikX

| Sabtu, 18 Januari 2020
Jejak Toto Si Raja Utang - detikX

Jadi keseluruhan uang itu menurut keterangan Toto ini untuk kegiatan-kegiatan tradisi yang mereka lakukan, pembuatan seragam, atribut dan pernak pernik kerajaan, dan untuk membangun keratonnya itu sendiri.”

Meski ber-KTP di RT 12, namun Toto tinggal di wilayah RT 13 Daerah Operasi (Daops) Atas. Seperti namanya, daerah itu tak jauh dari stasiun kereta api Kampung Bandan. Toto tinggal bersama seorang perempuan. Tahun 2016, kontrakan Toto ikut ludes terbakar dalam musibah kebakaran yang melumat Kampung Daop Atas selamanya. Toto sempat hidup di sebuah bedeng berukuran kecil di dekat rel kereta api sebelum jejaknya tak pernah terlihat lagi.

Di Yogya, Toto melancarkan aksinya dengan mendirikan organisasi yang berkedok kemanusiaan, Jogja Develompent Committee (DEC). Toto mengaku menjabat Dewan Wali Amanat Panitia Pembangunan Dunia Wilayah Nusantara dalam organisasi itu pada 2016. Jogja-DEC menjanjikan kesejahteraan finansial bagi pengikutnya. Namun keberadaan Jogja-DEC tidak terdaftar sebagai sebuah organisasi resmi di kantor Kesbang Kota Yogya.

Organisasi itu justru banyak disebut-sebut masyarakat mirip dengan Gafatar di Kalimantan Barat yang berniat mendirikan negara tersendiri. Dikutip dari harianjogja.com, Jogja-DEC disebut Toto bagian dari World Development Committee (WDC). Ia akan memberikan uang US$ 100 hingga US$ 200 perbulan bagi pengikutnya. Toto juga menargetkan 500 ribu anggota. Banyak yang mencurigai karena lambangnya mirip lambang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Namun, banyak juga yang tertipu.

Toto sempat ingin menjalankan 'Koperasi Jasa Indo Kor Rakyat' atau KJ Inkor di Sidoluhur tahun 2017. Setahun kemudian, Toto baru mengajukan secara resmi izin KJ Inkor ke Pemdes Sidoluhur dan ditolak karena legalitasnya tidak sesuai. Toto tak kurang akal. Ia kembali mengajukan izin ke Pemdes Sidoluhur untuk mendirikan Markas Daerah Laskar Merah Putih Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) awal 2019. Lagi-lagi Pemdes Sidoluhur menolak pengajuan Toto.

Mengaku mendapat wangsit, Toto mendirikan Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Ia ‘menghipnitos’ para pengikutnya dengan cerita-cerita mengenai tabungan Indonesia di Swiss agar mau bergabung dengan kerajaan. Meski punya kerajaan, Toto tetap tak beranjak dari Yogya dan mengontrak rumah di Sleman. Rupanya, kehadiran kerajaan Toto dan Fanni Aminadia, ‘permaisuri’ yang bernama Dyah Gitarja dianggap meresahkan warga. Toto dan Fanni terkadang melakukan 'penyamaran' agar kedok aksinya tidak terbongkar aparat kepolisian dan warga.

Fanni disinyalir merupakan mantan wartawan atau pernah kerja di Tabloid Aksi. Ia juga banyak malang melintang di organisasi masyarakat (ormas). Fanni sempat bergabung ormas Laskar Merah Putih pimpinan Eddy Hartawan dan Reni Jayusman sejak 2017 dan di Kosgoro 1957, organisasi sayap Partai Golongan Karya. Ia juga pernah aktif di ormas Pemuda Panca Marga (PPM) pimpinan Lulung Lunggana.



2020-01-18 08:50:25Z
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMiRWh0dHBzOi8vbmV3cy5kZXRpay5jb20vaW52ZXN0aWdhc2kvZC00ODY0Mzk2L2plamFrLXRvdG8tc2ktcmFqYS11dGFuZ9IBAA?oc=5

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar