--> Timur Tengah Panas! Irak Ngamuk, AS Serang Pangkalan Militer - CNBC Indonesia | Indonesia Sikabar

Selasa, 31 Desember 2019

Timur Tengah Panas! Irak Ngamuk, AS Serang Pangkalan Militer - CNBC Indonesia

| Selasa, 31 Desember 2019
Timur Tengah Panas! Irak Ngamuk, AS Serang Pangkalan Militer - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC IndonesiaPerdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi menyampaikan kecaman pada Amerika Serikat (AS) setelah negara itu menyerang pangkalan militer negara, Senin (30/1/2019).

"Perdana menteri menggambarkan serangan Amerika terhadap pasukan bersenjata Irak sebagai serangan setan yang tidak dapat diterima yang akan memiliki konsekuensi berbahaya," kata kementerian sebagaimana dikutip Reuters.


Akibat konflik ini juga, Irak juga akan mempertimbangkan kembali kerja sama dengan koalisi internasional yang dipimpin AS untuk melawan Negara Islam (ISIS), kata Dewan Keamanan Nasional Irak dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Luar Negeri Irak juga mengatakan akan memanggil duta besar AS di Baghdad untuk menyuarakan rasa tidak suka mereka.

Sebelumnya serangan AS ke Irak dan Suriah terjadi pada Minggu. Serangan militer yang dilakukan AS terhadap milisi Kataib Hezbollah telah menyebabkan setidaknya 25 pejuang milisi terbunuh dan 55 luka-luka.

Ini meningkatkan kisruh antara AS dengan Irak, yang sudah sejak lama terlibat ketegangan.

Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dalam sebuah panggilan dengan Sekretaris Jenderal AS Antonio Guterres bahwa serangan itu sebenarnya ditujukan untuk menghalangi Iran. Demikian disampaikan Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.


Hal ini dilakukan setelah sebelumnya pada bulan lalu Pompeo menyalahkan pasukan yang didukung Iran sebagai dalang serangan yang terjadi terhadap pangkalan-pangkalan AS di Irak.

"Serangan apapun yang dilakukan oleh Teheran atau proksi yang merugikan orang Amerika atau sekutu akan dibalas dengan respons AS yang tegas." kata Pompeo pada saat itu.

Namun begitu, Iran membantah terlibat dalam serangan dan mengecam serangan udara itu sebagai tindakan terorisme.

"Klaim yang tanpa bukti ini tidak dapat membenarkan aksi pemboman dan pembunuhan orang yang melanggar hukum internasional," kata juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)

2019-12-31 01:28:38Z
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMidWh0dHBzOi8vd3d3LmNuYmNpbmRvbmVzaWEuY29tL25ld3MvMjAxOTEyMzEwODIxMTYtNC0xMjY2NDMvdGltdXItdGVuZ2FoLXBhbmFzLWlyYWstbmdhbXVrLWFzLXNlcmFuZy1wYW5na2FsYW4tbWlsaXRlctIBAA?oc=5

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar