--> Indonesia Sikabar

Indonesia Sikabar

Senin, 30 Maret 2020

no image

DKI Setop Semua Operasional Bus Dari dan ke Jakarta, Senin Pukul 18.00 - kumparan.com - kumparan.com

DKI Setop Semua Operasional Bus Dari dan ke Jakarta, Senin Pukul 18.00 - kumparan.com - kumparan.com

[unable to retrieve full-text content]
  1. DKI Setop Semua Operasional Bus Dari dan ke Jakarta, Senin Pukul 18.00 - kumparan.com  kumparan.com
  2. Kemenhub Batalkan Larangan Operasional Bus AKAP Sampai Ada Kajian Dampak Ekonomi | merdeka.com  Merdeka.com
  3. DKI Setop Layanan Bus Keluar Jakarta Demi Cegah Corona  CNN Indonesia
  4. Mulai Malam Ini, Dishub DKI Hentikan Operasi Bus Antarkota Jurusan Jakarta  detikNews
  5. Kemenhub Cabut Larangan Operasi Bus AKAP di Jakarta - Kompas.com  KOMPAS.com
  6. Lihat Liputan Lengkap di Google Berita


2020-03-30 08:28:31Z
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMic2h0dHBzOi8va3VtcGFyYW4uY29tL2t1bXBhcmFubmV3cy9ka2ktc2V0b3Atc2VtdWEtb3BlcmFzaW9uYWwtYnVzLWRhcmktZGFuLWtlLWpha2FydGEtc2VuaW4tcHVrdWwtMTgtMDAtMXQ3ck9sSlVvaEPSAXlodHRwczovL20ua3VtcGFyYW4uY29tL2FtcC9rdW1wYXJhbm5ld3MvZGtpLXNldG9wLXNlbXVhLW9wZXJhc2lvbmFsLWJ1cy1kYXJpLWRhbi1rZS1qYWthcnRhLXNlbmluLXB1a3VsLTE4LTAwLTF0N3JPbEpVb2hD?oc=5
no image

Tingkat Kematian Corona di RI 8,62%, AS 1%, Italia 11% - detikNews

Tingkat Kematian Corona di RI 8,62%, AS 1%, Italia 11% - detikNews

Jakarta -

Kasus virus Corona (COVID-19) di Indonesia masih terus bertambah. Terhitung sudah ada 1.414 kasus COVID-19 dan 122 orang meninggal dunia. Artinya, kini tingkat kematian (case fatality rate) Corona di Indonesia 8,62%.

"Total kasus sekarang menjadi 1.414 kasus," ujar juru bicara penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan BNPB, Senin (30/3/2020).


Yuri menyebut data ini adalah data per pukul 12.00 WIB. Dengan total 1.414 kasus, berarti ada penambahan 129 kasus dibanding hari sebelumnya.

"Penambahan konfirmasi kasus positif sebanyak 129 orang," sebut Yuri.

Sedangkan yang sembuh sebanyak 75 orang dan 122 orang meninggal. Sebelumnya, per 29 Maret 2020, ada 1.285 kasus positif Corona di Indonesia. Sebanyak 114 orang meninggal dunia dan 64 pasien sembuh.


Persentase tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) dihitung dengan cara membagi angka kematian dengan angka kasus yang terkonfirmasi sebagai positif Corona dikalikan 100.

Berdasarkan hitungan tersebut, tingkat kematian (case fatality rate) Corona 8,62%. Tingkat kematian per Minggu (29/3) kemarin sebesar 8,87%.

Angka Kematian Akibat Corona di Italia Kini Lebih dari 10 Ribu:



2020-03-30 09:56:18Z
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMiWGh0dHBzOi8vbmV3cy5kZXRpay5jb20vYmVyaXRhL2QtNDk1ODU4OC90aW5na2F0LWtlbWF0aWFuLWNvcm9uYS1kaS1yaS04NjItYXMtMS1pdGFsaWEtMTHSAQA?oc=5
no image

PNS Nekat Mudik Bisa Dipecat! - Detikcom

PNS Nekat Mudik Bisa Dipecat! - Detikcom

Jakarta -

Pemerintah melarang pegawai negeri sipil (PNS) untuk melakukan perjalanan ke luar daerah, termasuk untuk mudik. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Dwi Wahyu Atmaji mengatakan bagi yang nekat melakukan mudik ada sanksi menanti. Dia menjelaskan sanksinya berupa hukuman disiplin pegawai yang tercantum dalam PP 53 tahun 2010.

"Ada (sanksinya). Berdasar PP 53 tentang Disiplin Pegawai," ujar Dwi kepada detikcom, Senin (30/3/2020).

Mengutip PP 53 tahun 2010 hukuman disiplin dibagi menjadi tiga. Hukuman ringan, sedang, hingga berat. Mulai dari yang ringan, PNS bisa mendapatkan teguran lisan dan tulisan, ataupun pernyataan tidak puas dari atasan.

Hukuman yang sedang berupa penundaan pangkat atau penundaan kenaikan gaji selama setahun. Ada juga penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama setahun.

Sementara itu, hukuman terberat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun, dimutasi saat pangkat diturunkan, ataupun pembebasan dari jabatan. Paling berat bisa diberhentikan baik secara hormat dan tidak hormat.

Soal pengawasan, hingga penetapan sanksi, menurut Dwi diberikan kepada masing-masing instansi kementerian ataupun lembaganya.

"Diserahkan kepada masing-masing instansi," kata Dwi.

Simak Video "BKN: Banyak PNS di DKI yang Terpapar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)



2020-03-30 10:14:01Z
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMiVmh0dHBzOi8vZmluYW5jZS5kZXRpay5jb20vYmVyaXRhLWVrb25vbWktYmlzbmlzL2QtNDk1ODYyOC9wbnMtbmVrYXQtbXVkaWstYmlzYS1kaXBlY2F00gEA?oc=5
no image

Hasil Rapid Test di Jabar: 300 Warga Positif Corona, Terbanyak di Sukabumi - kumparan.com - kumparan.com

Hasil Rapid Test di Jabar: 300 Warga Positif Corona, Terbanyak di Sukabumi - kumparan.com - kumparan.com

Adapun hasil sementara rapid test, Emil menambahkan, diketahui terdapat 300 warga Jabar yang dipastikan positif terinfeksi corona. Nantinya, Pemprov Jabar bakal melakukan tes kedua menggunakan metode PCR atau swab untuk memastikan mereka benar positif ataukah tidak. Dengan demikian, hasil tes belum dapat dilaporkan pada pemerintah pusat sebagai acuan.



2020-03-30 11:06:30Z
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMidmh0dHBzOi8va3VtcGFyYW4uY29tL2t1bXBhcmFubmV3cy9oYXNpbC1yYXBpZC10ZXN0LWRpLWphYmFyLTMwMC13YXJnYS1wb3NpdGlmLWNvcm9uYS10ZXJiYW55YWstZGktc3VrYWJ1bWktMXQ3dFZCMmcyZk_SAXxodHRwczovL20ua3VtcGFyYW4uY29tL2FtcC9rdW1wYXJhbm5ld3MvaGFzaWwtcmFwaWQtdGVzdC1kaS1qYWJhci0zMDAtd2FyZ2EtcG9zaXRpZi1jb3JvbmEtdGVyYmFueWFrLWRpLXN1a2FidW1pLTF0N3RWQjJnMmZP?oc=5
no image

Simulasi Kelar, Polda Mengaku Siap Jika Jakarta Lockdown - CNBC Indonesia

Simulasi Kelar, Polda Mengaku Siap Jika Jakarta Lockdown - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Polda Metro Jaya mengaku sudah siap untuk menerapkan sistem keamanan dan mekanisme lainnya yang dibutuhkan jika pemerintah memutuskan memberlakukan karantina wilayah di DKI Jakarta.

"Polisi sudah siap. Apa dan siapa berbuat apa. Masing-masing polres apa yang harus dia lakukan, di bawah kendali polda, inilah yang akan kita lakukan dalam simulasi ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus di kantornya, dikutip dari CNN Indonesia Senin (30/3).

Ia menjelaskan kepolisian telah melakukan simulasi dan mengikuti perkembangan yang terjadi.


"Intinya polisi enggak mau underestimate ya. Polisi harus siap apa pun yang terjadi sampai yang terberat, berdasarkan kebijakan pemerintah," kata Yusri.

Namun, ia memastikan pihak kepolisian sampai saat ini tidak melakukan penutupan jalan di manapun seperti yang viral beredar di media sosial.

Sebelumnya beredar surat dari Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana meminta jajaran menyiapkan rencana penutupan akses keluar masuk Jakarta di tengah pandemi Covid-19. Akses yang ditutup itu mulai dari jalur arteri hingga jalan-jalan kecil yang menjadi akses keluar-masuk ibu kota. Lalu, apa maksud surat telegram itu?

"Itu kita minta data rencana pengamanan masing-masing wilayah untuk kita adakan rencana latihan simulasi untuk kontingensi dalam menghadapi situasi sekarang," kata Yusri kepada detik.com, Minggu (29/3/2020), seperti dikutip cnbcindonesia.com.

Kendati demikian, Ia meminta agar langkah itu jangan diartikan sebagai lockdown atau karantina kewilayahan.

"Nggak ada itu lockdown," ujar Yusri.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan instruksi Kapolda Metro Jaya sebagai latihan. Situasi itu, menurut Yusri, serupa saat menghadapi aksi demonstrasi yang digelar masyarakat.

"Ini rencana mau latihan makanya minta data, minta data ke polres-polres, rencana pengamanan seperti apa polres, baru kita jadikan satu, baru kita latihkan," kata Yusri.

[Gambas:Video CNBC]

(gus/gus)



2020-03-30 09:18:11Z
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMicmh0dHBzOi8vd3d3LmNuYmNpbmRvbmVzaWEuY29tL25ld3MvMjAyMDAzMzAxNjA2NDktNC0xNDg1MTAvc2ltdWxhc2kta2VsYXItcG9sZGEtbWVuZ2FrdS1zaWFwLWppa2EtamFrYXJ0YS1sb2NrZG93btIBAA?oc=5
no image

Anies Minta Pusat Terapkan Karantina Wilayah di Jakarta, dengan Syarat... - Kompas.com - KOMPAS.com

Anies Minta Pusat Terapkan Karantina Wilayah di Jakarta, dengan Syarat... - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meminta pemberlakuan karantina wilayah DKI Jakarta demi mencegah penyebaran virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19.

Permintaan itu disampaikan Anies kepada pemerintah pusat.

Namun, di dalam usulannya itu, Anies juga meminta sejumlah sektor usaha tetap bergerak jika karantina wilayah benar-benar diberlakukan. 

"Pertama adalah energi, yang kedua adalah pangan, ketiga adalah kesehatan, keempat adalah komunikasi, dan kelima adalah keuangan. Itu yang kami pandang perlu mendapat perhatian," ujar Anies saat konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun YouTube Pemprov DKI, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Antisipasi Karantina Wilayah, Polda Metro Jaya Lakukan Simulasi Lalin Lewat Pemetaan

Anies menyampaikan, lima sektor itu adalah sektor-sektor mendasar sehingga harus tetap berjalan.

Selain lima sektor itu, ada pula sektor-sektor mendasar lainnya yang harus tetap beroperasi.

Baca juga: Suaranya Bergetar Sebut 283 Warga Dimakamkan, Anies: Itu Warga Kita yang Bulan Lalu Sehat

"Tidak terbatas lima (sektor). Artinya kebutuhan-kebutuhan pokok, dan lain-lain tetap harus bisa berkegiatan seperti semula. Jadi lima itu esensial, energi, kesehatan, pangan, komunikasi, dan keuangan," kata Anies.

Pemerintah pusat sebelumnya menyatakan sudah menerima permintaan dari Anies untuk memberlakukan karantina wilayah di Ibu Kota.

Baca juga: Cegah Sebaran Covid-19, Pemerintah Kebut PP Karantina Wilayah

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Mahfud menuturkan, surat tertanggal 28 Maret 2020 diterima pada Minggu (29/3/2020).



2020-03-30 11:40:00Z
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMifWh0dHBzOi8vbWVnYXBvbGl0YW4ua29tcGFzLmNvbS9yZWFkLzIwMjAvMDMvMzAvMTg0MDU5NzEvYW5pZXMtbWludGEtcHVzYXQtdGVyYXBrYW4ta2FyYW50aW5hLXdpbGF5YWgtZGktamFrYXJ0YS1kZW5nYW4tc3lhcmF00gGBAWh0dHBzOi8vYW1wLmtvbXBhcy5jb20vbWVnYXBvbGl0YW4vcmVhZC8yMDIwLzAzLzMwLzE4NDA1OTcxL2FuaWVzLW1pbnRhLXB1c2F0LXRlcmFwa2FuLWthcmFudGluYS13aWxheWFoLWRpLWpha2FydGEtZGVuZ2FuLXN5YXJhdA?oc=5
no image

Jubir Presiden: Darurat Sipil Langkah Terakhir Hadapi Corona - CNN Indonesia

Jubir Presiden: Darurat Sipil Langkah Terakhir Hadapi Corona - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara presiden, Fadjroel Rachman menegaskan bahwa pemberlakuan darurat sipil dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama wabah virus corona adalah langkah terakhir yang dilakukan pemerintah.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah meminta penerapan PSBB dan darurat sipil untuk menghadapi wabah covid-19 yang semakin meluas.


"Pemerintah mempertimbangkan usulan darurat sipil supaya penerapan PSBB berjalan efektif. Namun penerapan darurat sipil adalah langkah terakhir yang bisa jadi tidak digunakan dalam kasus covid-19," ujar Fadjroel melalui keterangan tertulis, Senin (30/3).

Jika mengacu pada Perppu 23/1959 tentang Keadaan Bahaya menjelaskan bahwa keadaan darurat sipil adalah keadaan bahaya yang ditetapkan presiden/panglima tertinggi angkatan perang untuk seluruh atau sebagian wilayah negara.


Sementara dalam menjalankan PSBB, kata Fadjroel, pemerintah akan mengedepankan pendekatan persuasif melalui sejumlah kementerian/lembaga.

Ia juga mengingatkan agar kebijakan PSBB dan physical distancing atau jaga jarak dapat dilakukan dengan lebih tegas dan disiplin.

"Kebijakan PSBB dan physical distancing dilakukan lebih tegas, lebih disiplin, lebih efektif agar memutus mata rantai persebaran covid-19," katanya.

[Gambas:Video CNN]


Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan saat ini pemerintah memilih untuk menerapkan PSBB dengan mengacu sejumlah ketentuan dalam UU yakni UU tentang Penanggulangan Bencana, Kekarantinaan Kesehatan, dan Darurat Sipil.

"Dalam konsep penanganan bencana, maka penyelesaian bencana jangan sampai menimbulkan masalah baru. Maka ini senantiasa diperhitungkan dengan melibatkan pakar hukum dan akan diterbitkan Perppu dalam waktu dekat," ucap Doni.

(psp/gil)



2020-03-30 10:59:36Z
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMiemh0dHBzOi8vd3d3LmNubmluZG9uZXNpYS5jb20vbmFzaW9uYWwvMjAyMDAzMzAxNzQxMjktMjAtNDg4Mzg0L2p1YmlyLXByZXNpZGVuLWRhcnVyYXQtc2lwaWwtbGFuZ2thaC10ZXJha2hpci1oYWRhcGktY29yb25h0gEA?oc=5